Jangan Salah Fokus


“Dan janganlah kamu takut oleh mereka yang tidak dapat membunuh tubuh, tetapi yang berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Matius 10:28)

Salah satu taktik iblis untuk membinasakan hidup orang percaya adalah memindahkan fokus kekhawatiran. Seharusnya kita tidak perlu khawatir menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani, sebab segala sesuatu yang menyangkut kebutuhan jasmani sudah disediakan Tuhan, asalkan kita melangkah untuk meraihnya dengan kerja keras dan tanggung jawab. Tetapi fokus kekhawatiran kita harus tertuju kepada realita kekekalan. 

Yang menarik dari ayat diatas adalah kata “terutama” yang bermakna komparatif (perbandingan). Yang diajarkan Tuhan bukanlah kita tidak boleh takut sama sekali terhadap soal pemenuhan kebutuhan jasmani yang dapat membunuh tubuh, melainkan kita harus lebih takut terhadap pemenuhan kebutuhan kekekalan, yaitu terhindar dari api kekal.

Sering kita dengar khotbah-khotbah dan syair-syair lagu yang mengesankan bahwa masalah terbesar hidup yang patut ditakuti adalah pemenuhan kebutuhan jasmani; oleh karenanya jemaat harus berurusan dengan Tuhan yang memiliki kuasa besar untuk mengantisipasinya. Adalah bahaya besar jika foku kehidupan iman orang percaya menjadi kepada pemenuhan jasmani, dan melupakan kuasa kegelapan yang bermanuver luar biasa untuk membinasakannya. iblis seperti singa yang mengaum, berjalan berkeliling dengan intensif dan aktifnya berusaha membinasakan siapa saja yang dapat ditelannya (I Petrus 5:8).

Kalau seorang anak Tuhan terkelabuhi dengan memberi fokus berlebihan terhadap masalah pemenuhan kebutuhan jasmania, maka mereka mudah ditewaskan. Orang yang memberikan fokus kepada kebutuhan jasmani tidak lagi bersikap berjaga-jaga yang memadai dalam menghadapi musuh yang paling dahsyat ini. iblis tidak dapat dan tidak boleh dihadapi dengan setengah kekuatan dan setengah perhatian. Kita harus berusaha melekat dengan Tuhan, mempelajari FirmanNya dengan cermat, serius menyangkal diri dan melayani Tuhan sehingga kita akan mampu mengatasi “ular tua”. Ingat bahwa perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan iblis (Efesus 6:12)

(GRI Berkat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s